Mengenal Jenis-Jenis Visa Arab Saudi untuk Kebutuhan Ibadah
Selain visa umrah, kini jamaah bisa memanfaatkan Visa Turis untuk ibadah. Simak perbedaannya.
Pemerintah Arab Saudi kini semakin mempermudah akses bagi umat Islam dari berbagai belahan dunia yang ingin berkunjung dan beribadah. Dulu, umat Islam hanya bergantung pada Visa Umrah yang penggunaannya sangat spesifik. Kini, seiring dengan Visi Saudi 2030, telah hadir Visa Turis (Tourist Visa) yang juga mengizinkan pemegangnya untuk melaksanakan ibadah umrah dengan sangat mudah. Visa Umrah tradisional merupakan visa yang dirancang khusus untuk ibadah. Biasanya, visa ini diurus oleh agen travel resmi (Provider Visa) dan mengharuskan jamaah untuk masuk melalui bandara tertentu seperti King Abdulaziz di Jeddah atau Prince Mohammad Bin Abdulaziz di Madinah. Visa ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang membeli paket umrah full board agar semua tercatat dan termonitor dengan aman. Sebaliknya, Visa Turis memberikan fleksibilitas luar biasa. Pemegang Visa Turis dapat menetap di Arab Saudi hingga 90 hari dalam setahun dan diizinkan mengunjungi berbagai kota wisata di Arab Saudi selain Makkah dan Madinah, seperti Riyadh, AlUla, atau Jeddah. Visa ini menjadi favorit para backpacker atau jamaah umrah mandiri (DIY) karena proses aplikasinya yang bisa dilakukan secara online (e-Visa). Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun Anda menggunakan Visa Turis, pada saat musim Haji, seluruh visa selain Visa Haji tidak berlaku untuk memasuki kawasan Makkah. Pastikan Anda merencanakan jadwal keberangkatan dengan tepat dan selalu memantau regulasi terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi agar tidak terjadi kendala saat kedatangan.
Bagikan artikel ini